The Way to “Green”

Motivasi menjadi Green Campus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Gedung Kembar 2Memiliki sebuah kampus yang indah dan nyaman merupakan dambaan setiap mahasiswa. Indah memiliki arti bahwa kampus tersebut memang memenuhi kaidah-kaidah tertentu sehingga dapat menjadi situasi atau kawasan yang menyenangkan serta dapat memberikan rasa kebanggaan tersendiri, sedangkan nyaman memiliki arti bahwa kampus tersebut mampu membuat setiap mahasiswa merasa betah berlama-lama tinggal di kampus dengan bangunan fisik yang megah dan fasilitas pendidikan yang lengkap. Sebuah kampus yang indah dan nyaman merupakan tempat menimba ilmu yang dapat memberikan dukungan yang kondusif bagi mahasiswa dalam melakukan aktivitasnya termasuk belajar bersosialisasi dan bermasyarakat.

Isu lingkungan saat ini menjadi bagian kebutuhan hidup yang tidak bisa dipisahkan. Lingkungan menjadi salah satu aspek dalam mendukung kehidupan masyarakat yang ada di sekitar kita. Kehidupan masyarakat dan ekosistem menjadi bagian dari keberlangsungan lingkungan yang harus dijaga. Lingkungan yang berkelanjutan tidak akan dapat terujud tanpa adanya kesadaran bahwa lingkungan merupakan bagian hidup yang selalu dibutuhkan manusia. Hal ini bisa dilakukan oleh pemerintah, kampus/akademisi, dan organisasi-organisasi non-profit yang memiliki kepeduliaan terhadap lingkungan.

green campus USGBC

Dalam mewujudkan isu lingkungan ini menjadi sebuah hal yang konkrit, sehingga isu ini tidak hanya wacana, maka UMY selaku masyarakat kampus sebagai bagian dari masyarakat global yang memiliki kepedulian terhadap masalah lingkungan akan mendukung dan mengimplementasikan beberapa program yang berkaitan dengan isu lingkungan. Salah satu dari agenda yang dilakukan dengan melaksanakan program “UMY GREEN CAMPUS”.

Green Campus merupakan sebuah konsep membangun kampus dengan pendekatan ekologis. Elemen tanaman yang biasa digunakan sebagai penyusun lanskap bukan dimanfaatkan untuk meningkatkan keindahan bengunan fisik, tetapi tanaman dari prespektif fungsi dan estetika diarahkan untuk memberikan layanan ekosistem kepada manusia. Dalam hal ini, tanaman harus dapat berfungsi sebagai pengendali iklim mikro atau iklim kawasan kampus, sehingga kampus bisa bersuasana sejuk dengan harmoni alam yang kuat. Sedangkan dari sudut estetika, tanaman harus dapat memberikan nuansa kenyamanan bagi manusia dalam berinteraksi dan beraktivitas.

Konsep Green Campus ini telah berkembang pesat di ratusan kampus terkenal baik di Eropa maupun Amerika pada awal abad ke-20, dan bahkan sejak pasca Perang Dunia ke-2, di negara barat, telah dilaksanakan semacam campus award bagi kampus-kampus dengan layanan ekosistem yang baik, sedangkan Green Campus di Indonesia baru berkembang di beberapa kampus besar yang pada mulanya dimulai dengan konsep sederhana yaitu “merindangkan kampus”. Pada dasarnya konsep Green Campus di UMY adalah menciptakan suasana kampus sebagai wahana edukasi, penelitian, pengembangan komunitas dan penyediaan layanan lingkungan, dan menjadikan isu lingkungan sebagai fokus dalam pendidikan, penelitian, pengembangan/pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan perguruan tinggi.

Semenjak perkembangan teknologi dan semakin kuatnya konsep cyber university pada awal tahun 2000, kegiatan akademik tidak lagi terbatas di ruang-ruang kelas dan laboratorium, apalagi hal ini didukung oleh munculnya era koneksi tanpa kabel, maka 5 tahun terakhir ini, termasuk di Yogyakarta, setiap lembaga pendidikan mulai menyediakan fasilitas hot-spot yang memudahkan siswa dan mahasiswa mengakses informasi akademik dari luar ruang fisik. Di beberapa kampus besar di Yogyakarta mulai bermunculan pelayanan perustakaan “tanpa batas”, artinya akses informasi dan pustaka/jurnal tidak lagi mengharuskan mahasiswa hadir di dalam ruang referensi atau ruang baca perpustakaan, tetapi mahasiswa dapat melaksanakan transaksi akademik di ruang luar.

GC-1

Kemajuan teknologi informasi secara nyata menciptakan konsep pembelajaran moderen yang lebih mengutamakan proses dan outcome (hasil akhir dari proses) yang mengarah kepada terbentuknya long-life learner (pembelajar sepanjang hayat), dan mulai mengurangi konsep tatap muka di dalam kelas. Atas dasar itulah, di setiap kampus moderen sudah mulai harus memikirkan disediakannya fasilitas ruang luar yang dapat menampung aktivitas di luar kelas dan memberikan layanan penyedia informasi yang dapat diakses dengan mudah dalam suasana nyaman dan tidak formal.

Area Parkir SelatanUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) merupakan kampus yang cukup luas di kawasan Barat Yogyakarta. Kampus UMY termasuk fasilitas Unires (student dormitory) memiliki luas sekitar 26 hektar. Sebelumnya, lingkungan dan ruang luar UMY belum ditata dalam prespektif ekologis. Lanskap kampus yang telah ditata lebih banyak didekati dari fungsi dan utilitas “taman” (park), sehingga lebih bertujuan memperindah pemandangan (view) bangunan fisik. Padahal konsep taman kadangkala tidak seluruhnya sesuai untuk daerah tropis, karena model itu lebih sesuai dengan sub-tropis atau beriklim sedang. Konsep lanskap bagi wilayah tropis sebetulnya lebih didekatkan kepada bagaimana meng-introduksi tanaman (soft material) sebagai elemen lanskap agar dapat meningkatkan kualitas layanan lingkungan. Berbagai perubahan signifikan dalam mindset dan pengembangan kebijakan, strategi dan program mengenai kampus yang ramah lingkungan selanjutnya mendorong UMY untuk melangkah sebagai UMY Green Campus.